Bukan Arek Suroboyo kalau Belum Ngomong “Jancuk”!

Tahu kah kalian arti kata “Jancuk”?

Sumber: Liputan6.com

Bagi kamu yang berasal dari Jawa Timur pasti sudah tidak asing lagi dengan kata Jancuk, kata ini sangat terkenal di Jawa Timur, bahkan masyarakat provinsi lain pun sering mengucapkan kata tersebut. Lantas apa sebenarnya arti kata Jancuk?

Jancuk, kata dalam Bahasa Suroboyo-an yang sangat khas digunakan oleh masyarakat untuk berkomunikasi dengan teman akrab. Jancuk mempunyai ragam penulisan seperti jancok, dancok, ancuk, cuk, dan terkadang jiancuk. Meski memiliki konotasi yang tidak begitu bagus, namun kata Jancuk telah melekat jadi simbol identitas bagi Arek Suroboyo, bahkan digunakan sebagai kata sapaan untuk memanggil antar teman. Orang yang menggunakan kata tersebut cenderung dipandang ramah dan mudah bergaul.

Biasanya, Jancuk digunakan sebagai pisuhan atau umpatan ketika emosi meledak, marah, membenci, dan mengutuk seseorang. Namun seiring dengan perkembangan penggunaan kata tersebut, makna kata Jancuk berkembang menjadi simbol keakraban dan silaturahmi yang khas di antara arek-arek Suroboyo.

Sumber: Merdeka.com

Jancuk merupakan kata tunggal bukan akronim. Tapi benarkah arti Jancuk sebagai makian? Dalam buku Jiwo J#ncuk, Sujiwo Tejo menuliskan Jancuk adalah umpatan untuk mengekspresikan kekecewaan atau juga bisa digunakan untuk mengungkapkan kekaguman atas sesuatu yang luar biasa, tergantung situasi dan kondisi. Karena nuansa Jancuk bisa diartikan dari marah sampai guyon, Sujiwo Tejo menganggap kata itu bagus meredam hati kala panas. 

Contohnya “Heh cok Jancok, yok opo kabarmu cok?” (Heh cok Jancok, bagaimana kabarmu cok?) –sebagai gambaran bahwa hubungan mereka sangat dekat. “Cok Jancok matamu, tak kaplok pisan kon ngkok nek kakean cangkem cok!” (Cok Jancok, ku pukul sekalian nanti kalo kebanyakan omong!) -Sebagai gambaran orang yang sedang marah.

Pada dasarnya Jancuk merupakan simbol masyarakat Surabaya yang berwatak keras bahkan terkesan kasar. Menguatkan bahwa kata Jancuk sudah menjadi ciri khas Arek Suroboyo, sekaligus ungkapan yang mengandung arti kedekatan emosional. Namun dalam penggunaannya harus tetap memperhatikan esensi, situasi, kawasan, dan kepada siapa itu diungkapkan dan ditujukan. Jangan hanya karena Jancuk terjadi pertumpahan darah yang menumbangkan persatuan yang selama ini dibina.

Apakah Sobat Sukaria kerap kali mengucapkan kata jancuk, jancok, cok, atau cuk?

Penulis: Ardhiani Laura

Penyunting: Nadin Himaya