Gedung lama Fujian (Sumber: pixabay by yoe)

Jarang Diketahui, Ini Fakta Sapaan “Lu-Gue” Sebenarnya

Ternyata begini asal-usul sapaan “lu-gue”

(sumber: instagram.com by @mastercorbuzier)
(sumber: instagram.com by @mastercorbuzier)

Tak heran jika berada di ibukota, seringkali orang menggunakan kata sapa ‘lu’ dan ‘gue’ sebagai kata ganti orang kedua dan pertama. Dua kata tersebut, terasa lebih santai dibandingkan dengan ‘saya’ dan ‘anda’ yang mungkin terkesan kaku.

Kata sapa ‘lu’ dan ‘gue’ juga sering dikategorikan sebagai bahasa anak gaul. Hal tersebut, sudah menjadi kebiasaan karena dinilai lebih akrab dalam berinteraksi.

Tapi tahukah Sobat Sukaria, ternyata kata sapa ‘lu’ dan ‘gue’ juga punya sejarahnya loh! Kira-kira apa ya? Yuk, langsung saja simak pembahasan berikut!

Gedung lama Fujian (Sumber: pixabay by yoe)
Gedung lama Fujian (Sumber: pixabay by yoe)

Banyak orang beranggapan bahwa kata sapa ‘lu’ dan ‘gue’ berasal dari Bahasa Betawi. Itu dikarenakan, orang Betawi yang merupakan penduduk asli Kota Jakarta, seringkali menggunakan kata sapa tersebut selain  ‘ane/aye’ dan ‘ente’ yang diserap dari Bahasa Arab atau Melayu.

Nah, kalau bukan Bahasa Betawi asli, lalu darimana? Menurut Agni Malagina, seorang Sinolog dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa kata ‘lu’ dan ‘gue’ berasal dari rumpun dialek bahasa yang dituturkan oleh orang China di kawasan fujian.

Kata “lu” sendiri merupakan serapan kata dari “lu/leu/li”. Sedangkan kata “gue” merupakan serapan kata dari “gua/goa”. Penggunaannya sama, yaitu menunjukkan kata ganti orang pertama dan kedua oleh orang-orang Hokkian.

Hokkian merupakan dialek Bahasa China. Budaya di Fujian biasa disebut sebagai budaya Minnan (Min Selatan) atau Hokkian. Menariknya, Orang-orang China yang bermigrasi ke Nusantara terutama Pulau Jawa, kebanyakan adalah orang dari Fujian atau dikenal dengan orang Hokkian. Itulah sebabnya, kata serapan Bahasa Hokkian banyak sekali dalam Bahasa Indonesia.

(sumber: flickr by Adam Cohn)
(sumber: flickr by Adam Cohn)

Bukan hanya ‘lu’ dan ‘gue’ yang dianggap sebagai Bahasa Betawi. Namun, ada juga seperti penyebutan nominal uang  seperti gocap, cepek, seceng, dan seterusnya, merupakan serapan dari Bahasa China. Bahkan kata cingcong dan panggilan encang-encing yang dianggap sangat kental dengan bahasa Betawi juga merupakan bahasa yang dibawa oleh orang-orang Hokkian. 

Berdasarkan ‘Senarai Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia (1996), terdapat 290 Bahasa China yang diserap ke dalam Bahasa Indonesia. Wah, ternyata banyak juga yaa!

Kalau Sobat Sukaria bagaimana nih, biasa menyapa dengan “lu-gue”, “aku-kamu”, atau mungkin yang lain?

Penulis: Bayu Setiawan

Penyunting: Nadin Himaya

Similar Posts