Siapakah Sultan Abdul Mufakir yang Disebut Memerdekakan Amerika Serikat?

Benarkah julukan ‘Negeri Paman Sam’ berasal dari namanya?

(sumber: kompas.com/ yustinus wijaya kusuma)

Ki Ageng Rangga Sasana, eks petinggi Sunda Empire, kembali menarik perhatian publik lewat pemaparan sejarah dunia versinya yang unik. Dalam diskusi yang disiarkan lewat kanal youtube Deddy Corbuzier, ia mengutarakan bahwa julukan ‘Negeri Paman Sam’ untuk Amerika Serikat adalah akronim dari Sultan Abdul Mufakir = SAM. Tidak lupa, ia  menyebutkan alasan dibalik penamaan dikarenakan pemimpin Banten tersebut berjasa dalam membantu kemerdekaan negara adidaya. Siapakah gerangan tokoh yang namanya dicatut dan kini menjadi buah bibir tersebut?

Masjid Agung Banten, peninggalan dari Kesultanan Banten (sumber: flickr.com / Kota Serang)

Sultan Abdul Mufakir adalah tokoh nyata yang menjadi pemimpin keempat dari Kesultanan Banten. Beliau naik takhta pada 1596 di usia lima bulan setelah Maulana Muhammad, ayahnya,  wafat dalam pertempuran. Pada tahun yang sama, Belanda dengan armada pimpinan Cornelis de Houtman pertama kali sampai ke nusantara dan berlabuh di Banten. Karena masih sangat belia, pemerintahannya dibantu oleh wali negara dan baru memegang kekuasaan penuh pada tahun 1624.

Bukan dengan Amerika Serikat, Sultan Abdul Mufakir menjalin hubungan dengan Makkah (sumber: unsplash.com / ekrem osmanoglu)

 Disampaikan oleh Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Banten, ia adalah pemimpin pertama di Pulau Jawa yang menggunakan gelar sultan. Pemimpin Banten sendiri sebelumnya menggunakan gelar Maulana. Agar tidak sembarangan menggunakan gelar sultan, ia  mengirim utusan ke Makkah yang menjadi bagian dari Kesultanan Utsmani untuk meminta restu. Gelar yang diberikan padanya, Sultan Abdul Mufakir Muhammad Abdul Kadir menjadi legitimasi sebagai penerus pemerintahan Islam di nusantara. Kesultanan Banten kemudian mencapai masa kejayaan saat pemerintahan cucunya, Sultan Ageng Tirtayasa yang juga seorang pahlawan nasional lewat kiprahnya menentang VOC.

 Tidak ada catatan yang dapat membuktikan adanya hubungan antara Amerika Serikat dengan Sultan Abdul Mufakir yang bahkan telah wafat jauh sebelum negara tersebut merdeka. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pernyataan Rangga Sasana atau akrab disapa Lord Rangga ini tidak berlandaskan fakta. Namun rupanya ia berhasil untuk memantik kita agar lebih mendalami sejarah Indonesia yang begitu kaya.

Sobat Sukaria, begitulah pentingnya belajar sejarah dari sumber yang tepat!

 

Penulis: Fadhil Wiyoto

Penyunting: Nadin Himaya 

Similar Posts