Berawal dari Industri Rumah Tangga, Begini Sejarah Kecap Bango

Siapa sangka, kecap yang akrab dengan Malikanya ini punya kisah panjang

instagram.com/@therealdisastr

Kecap manis menambahkan cita rasa yang khas pada kuliner Indonesia. Saking populernya, hampir di semua dapur maupun meja makan selalu tersedia kecap manis. Setiap daerah di pulau Jawa bahkan sampai memiliki pabrik kecap lokalnya sendiri. Para penggemar kecap manis juga tak kalah fanatik dengan mengaku kecap di daerahnya merupakan yang terbaik dan loyal akan satu merek.

Hal inilah yang membuat banyak pabrik kecap manis tetap eksis hingga saat ini, meskipun sudah terbilang tua. Salah satunya ada merek kecap manis ternama di Indonesia, Kecap Bango. 

Siapa yang tak kenal dengan kecap manis ini, apalagi jika mengingat iklannya yang bisa kita lihat di mana-mana. “Malika Kedelai Hitam Berkualitas”, tentunya tidak asing dong dengan kalimat tersebut! Nah, tahu nggak sih, awal mula Kecap Bango sebelum eksis hingga saat ini?

Pabrik Bango di Jalan Wahid Hasyim (Sumber: Tempo by Novi Kartika)

Kecap Bango pada awalnya merupakan sebuah industri rumah tangga yang dimulai pada tahun 1928 di daerah Benteng, Tangerang, Jawa Barat. Perjalanannya dimulai oleh Tjoa Pit Boen yang menjajakan kecap racikannya di toko kecil depan garasi rumah.

Nama Bango dipilih pendirinya dengan satu visi, yaitu agar produknya yang diolah sepenuh hati dapat terbang tinggi dan jauh hingga melintasi negara layaknya seekor burung bangau. Pada akhirnya, dengan kerja keras dan konsistensi, bisnis Kecap Bango berhasil tumbuh pesat, terutama saat di bawah kepemimpinan generasi ketiga sang pemilik.

Setelah bisnis berkembang, pabrik kecap kemudian dipindahkan ke Asem Lama di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Sejak saat itulah, kecap Bango kian populer di ibukota. Lambat laun, usaha rumahan tersebut berubah menjadi perseroan terbatas, yaitu PT Anugrah Indah Pelangi dan PT Anugrah Damai Pratama.

(Sumber: flickr/festivaljajananbango)

Perkembangannya yang pesat, tampaknya berhasil menarik PT Unilever Indonesia untuk mengakuisisi merek dan usaha Bango pada tahun 1992. Hingga akhirnya, pada tahun 2001, Kecap Bango resmi diakuisisi Unilever. Setelah proses akuisisi, nama dan performa Kecap Bango semakin santer dikenal hingga luar Jakarta. Unilever mengubah tampilan merek, logo, dan kemasan Bango. Merek yang sebelumnya ”Kecap Bango” resmi diubah menjadi “Bango” pada 1 Februari 2008.

Itulah cerita singkat tentang Kecap Bango yang melegenda dan tetap laris hingga saat ini. Meskipun sudah berusia lebih dari 90 tahun, tetapi produk tetap eksis di pasaran.

Penulis: Bayu Setiawan

Penyunting: Nadin Himaya

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *