Disebut Perang yang Terlupakan, Hingga Kini Perang Korea Masih Belum Berakhir

Penasaran mengapa Korea Utara dan Korea Selatan berpisah?

Photos from Jonathan Taylor on flickr

Di Amerika Serikat, Perang Korea sering disebut dengan “Perang yang Terlupakan”. Catatan konflik tahun 1950-an disensor kemudian tergantikan kepopulerannya oleh pembahasan mengenai Perang Dunia II dan Perang Vietnam.

Bagaimana Perang Korea dimulai? Awalnya, pada tahun 1948, pemerintahan selatan anti-komunis berbasis di Seoul yang didukung Amerika Serikat, mendeklarasikan dirinya sebagai Republik Korea. Dipimpin oleh Syngman Rhee yang tinggal di pengasingan Amerika Serikat selama bertahun-tahun dan diangkat sebagai pemimpin Korea Selatan oleh Kantor Layanan Strategis, pendahulu Badan Intelijen Pusat.

Photos from James A Brown on flickr

Segera setelah itu, pemerintah komunis utara yang berbasis di Pyongyang didukung oleh Soviet, mendeklarasikan dirinya sebagai Republik Demokratik Rakyat Korea. Pemimpinnya adalah Kim Il-Sung yang berjuang bersama pasukan komunis selama perang saudara Tiongkok. Ia adalah kakek dari diktator Korea Utara saat ini, Kim Jong-un.

Perang Korea kemudian dimulai ketika pasukan Korea Utara masuk ke Korea Selatan pada 25 Juni 1950. Invasi ini adalah aksi militer pertama Perang Dingin. Pada Juli, pasukan Amerika Serikat membantu Korea Selatan dengan dalih perang melawan kekuatan komunisme dan kapitalisme. 

Photos from James A Brown on flickr

Lalu seberapa parahnya Perang Korea? Perang ini mengancurkan Korea. Sejarah mengatakan bahwa antara tiga juta hingga empat juta orang terbunuh, meskipun angka pasti tidak pernah dibuat. Sebanyak 70 persen korban te

was kemungkinan adalah warga sipil.

Terjadi kerusakan sangat parah di Korea Utara akibat menjadi sasaran pengeboman Amerika selama bertahun-tahun, termasuk dengan napalm. Kira-kira 25 persen dari populasi terbunuh dan banyak dari mereka yang selamat dengan cara tinggal di bawah tanah pada akhir perang. Orang Korea Utara menganggap pengeboman Amerika sebagai Holocaust dan setiap anak diajarkan untuk mengingat tentang hal itu.

Kerusakan juga meluas di Korea Selatan, dimana Seoul berpindah tangan sebanyak empat kali. Tetapi sebagian besar pertempuran terjadi di bagian utara dan tengah semenanjung di sekitar Zona Demiliterisasi saat ini.

Photos from James A Brown on flickr

Sementara itu, Amerika Serikat mewakili Komando PBB membuat semacam gencatan senjata dengan Korea Utara yang sekaligus mewakili Tentara Rakyat Korea dan Tentara Sukarelawan Rakyat Tiongkok. Mereka khawatir, perang akan semakin parah dengan keterlibatan Rusia dan Cina. Akhirnya, pada Juli 1953, kedua belah pihak melakukan gencatan senjata. Tanpa adanya kesepakatan damai, secara teknis perang ini belum dapat dikatakan selesai hingga kini.

Gencatan senjata yang ditandatangani tersebut membentuk Zona Demiliterisasi Korea (sebuah perbatasan baru antara kedua negara secara de facto), pemberlakuan gencatan senjata, dan pemulangan akhir tawanan perang. Zona Demiliterisasi berada tidak jauh dari paralel 38, yang memisahkan Korea Utara dan Selatan sebelum perang.

Dalam beberapa dekade setelah perang, Korea Selatan memfokuskan diri pada sektor ekonomi. Perkembangannya sangat pesat. Sementara itu, Korea Utara menjadi negara garnisun paling menakjubkan di dunia dengan tentara terbesar keempat di dunia. 

Bagi kedua wilayah tersebut, perang masih belum benar-benar berakhir.

Cari tahu sejarah lainnya melalui artikel menarik lainnya di bersukaria.com/blog!

Penulis: Ardhiani Laura

Penyunting: Nadin Himaya

Similar Posts