Berkenalan dengan Lakon Pewayangan Indonesia

Ini dia 5 lakon pewayangan yang wajib banget kamu kenal!

Photo from Biru Daun on flickr

Kata Wayang berasal dari ‘Ma Hyang’ yang berarti menuju kepada roh spiritual, para dewa, atau sang kuasa. Ada pula yang mengaitkan dengan kata ‘Wewayang' atau dalam bahasa Indonesia berarti bayangan. Hal ini berasal dari teknik pertunjukkan wayang yang mempertontonkan siluet dari wayang kulit.

Pertunjukkan seni wayang asli Indonesia merepresentasikan kehidupan manusia dan interaksi dengan alam semesta yang luas. Pada pertunjukkan wayang golek, seorang dalang ahli mampu menggabungkan ajaran kebaikan, tembang, gerakan yang anggun, dan mistisisme dalam satu waktu untuk memukau para penonton.

Photo from Tangguh Merdeka on flickr

Berikut 5 lakon legendaris di dunia wayang :

1. Arjuna

Photo From Tokohwayangpurwa.blogspot

Arjuna adalah tokoh terkenal dalam wayang kulit versi Jawa. Beberapa ciri wayang Arjuna versi ini mungkin berbeda dengan Arjuna milik Mahabharata India. Dalam dunia pedalangan, Arjuna digambarkan sebagai pendekar yang gemar berkelana dan mendalami ilmu pertapaan. Selain menjadi murid di Padepokan Sokalima milik Resi Drona, Ia juga menjadi murid dari Resi Untarayana Padmanaba. Arjuna dikenal cerdik, pendiam, teliti, sopan, berani, dan penyelamat yang lemah lembut. Ia diceritakan memimpin sebuah Kadipaten Madukara di wilayah Amarta.

2. Anoman

Photo From tokohwayangpurwa.blogspot.com

Hanoman adalah putra dari Bathara Bayu dengan Dewi Anjani. Ia merupakan tokoh lintas generasi sejak zaman Rama sampai zaman Jayabaya. Meski dirinya digambarkan sebagai sosok kera putih, Hanoman memiliki tutur kata yang lembut, berperangai sopan, tubuhnya kuat, dan sakti mandraguna. Hal ini menjadikan Hanoman sebagai kesayangan para Dewa.

3. Gatotkaca

Photo from alfiyan_yocku on flickr

Gatotkaca adalah seorang tokoh dalam kisah Mahabharata, putra Bimasena atau Werkudara dari keluarga Pandawa. Di dalam pewayangan, Gatotkaca dikisahkan sebagai kesatria nan gagah perkasa sekaligus pemberani. Ia sangat sakti, memiliki Aji Narantaka pemberian Resi Seta. Namun, Gatotkaca harus mati di usia muda karena Karna membunuhnya dengan senjata pusaka Panah Kunto.

4. Semar

Photo From tokohwayangpurwa.blogspot.com

Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para ksatria dalam pementasan wiracarita Mahabharata dan Ramayana dari India. Nama “Semar” ini memiliki konsekuensi terhadap kata “samar”, tidak jelas.

Ia berwajah laki-laki, tetapi memiliki payudara seperti perempuan, yang merupakan simbol dari pria dan wanita. Tangan kanan Semar ke atas, maknanya bahwa sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbol Sang Maha Tunggal. Sedang tangan kirinya ke belakang, bermakna berserah total dan mutlak serta sekaligus simbol keilmuan yang netral namun simpatik.

Ciri fisik Semar yang sangat unik lainnya adalah bentuk tubuhnya yang bulat. Ini merupakan simbol dari bumi atau jagad raya, tempat tinggal umat manusia dan makhluk lainnya. Semar juga tampak selalu tersenyum, tapi matanya sembab. Ini menggambarkan simbol suka dan duka. Wajahnya tampak tua, tapi rambutnya berkuncung seperti anak kecil. Ini merupakan simbol tua dan muda. Ia merupakan penjelmaan dewa, tetapi hidup sebagai rakyat jelata. Ini merupakan simbol dari atasan dan bawahan.

5. Bisma

Photo from muh_munir22 on flickr

Bisma  dalam kitab Mahabharata India dan Wayang Jawa memiliki beberapa perbedaan. Hal ini sebagian disebabkan oleh proses Jawanisasi yang menjadikan epik India berpusat di Pulau Jawa. Bisma adalah putra Raja Santanu, Raja Astina dari Dewi Gangga atau dikenal dengan nama Jahnawi (versi Jawa).

Bisma adalah salah satu tokoh wayang yang disebut Brahmacarin atau selibat. Ia dikisahkan sebagai karakter yang memiliki kesaktian kuat. Ia adalah pewaris takhta yang sah, namun karena keinginannya menghindari perpecahan di negara bagian Astina, ia tidak bersedia menjadi raja.

Itu tadi, 5 lakon pewayangan yang wajib kamu kenal. Saat ini pertunjukkan wayang sudah makin sulit ditemui, namun jangan khawatir karena sudah banyak informasi mengenai pewayangan dapat diakses dengan mudah di dunia maya. Kamu bisa langsung menonton video maupun pentas wayang daring lainnya. Sudah semakin penasaran?

 

Penulis: Ardhiani Laura

Penyunting: Nadin Himaya