Yuk, Kenali dan Belajar Memeluk Kecemasan Kita

Sebelum kamu lari, sudahkah kamu memeluk kecemasanmu?

Photo by Joice Kelly on Unsplash

Situasi pandemi ini membuat banyak orang di seluruh bagian dunia mengalami kecemasan. Frekuensi dan faktornya pun bermacam-macam. Kecemasan sendiri merupakan hal yang normal. Namun dalam beberapa kasus, kecemasan dapat mengganggu kualitas hidup seseorang dalam hubungan sosial, pendidikan, maupun pekerjaan jika muncul dalam intensitas yang berlebihan. Nah, berikut faktor dan gejala kecemasan serta cara mengatasinya!

Dilansir dari Alodokter, kecemasan atau anxiety adalah suatu perasaan gelisah atau gugup. Dalam kehidupan bermasyarakat, orang-orang dapat mengalami kecemasan ketika berhadapan dengan situasi tertentu seperti melakukan presentasi di depan umum, menunggu hasil analisa dokter, dan lainnya. Rasa cemas tersebut wajar dan membantu kita untuk tetap waspada. Rasa cemas menjadi tidak wajar ketika intensitasnya tinggi dan mulai mengganggu keseharian kita.

Photo by Pablo Varela on Unsplash

Kecemasan hadir dan dibagi menjadi dua yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terlihat dari bagaimana seseorang mampu untuk merespon rasa cemas mereka. Kemampuan merespon rasa cemas ini dipengaruhi oleh usia, pendidikan, kesehatan fisik, keturunan, kepribadian, dan kemampuan beradaptasi. Jika seseorang memiliki penyakit bawaan atau gangguan kepribadian, tentu frekuensi rasa cemasnya berbeda dengan orang lain yang tak memiliki aspek tersebut. 

Pada faktor eksternal, lingkungan menjadi faktor terpenting. Jika seseorang mengalami kejadian traumatis semasa kecil baik yang diberikan oleh orang tua maupun lingkungan pertemanannya, individu tersebut lebih besar berpotensi mengalami gangguan kecemasan.

Photo by Tim Gouw on Unsplash

Gejala-gejala kecemasan pun beragam. Secara umum, gejala kecemasan dibagi menajdi empat yakni gejala fisik, pikiran, perilaku, dan emosi. Secara fisik, gejala kecemasan yang muncul dapat berupa jantung yang berdebar, gejala ringan pada lambung, tempo nafas yang cepat, kaki yang goyah, dan wajah yang tegang. Gejala pikiran bervariasi mulai dari tingkat konsentrasi yang memburuk, kemampuan dalam memberikan penilaian yang menurun, hambatan berpikir, dan menjadi pribadi yang pelupa.

Gejala-gejala kecemasan dalam perilaku seseorang biasanya terlihat ketika seorang individu menjadi gugup, bicara dengan tempo yang cepat, melarikan diri dari masalah, dan menarik diri dari lingkungan. Seseorang yang memiliki rasa cemas juga secara emosi merasa sensitif. Tingkat kekhawatiran mereka meningkat dan mereka sering merasa menyesal.  

 

Photo by Christian Erfurt on Unsplash

Lalu bagaimana cara mengatasi kecemasan? Dalam mengatasinya, seorang individu harus memiliki self-awareness (kesadaran diri). Poin ini menjadi penting karena diri kita sendirilah yang dapat mengetahui seberapa intens tingkat kecemasan kita dan seberapa sering kita mengalami kecemasan. Kesadaran diri juga membantu kita mengenal hal-hal apa yang membantu menurunkan tingkat kecemasan kita. 
Cara mengatasi kecemasan dapat dilakukan dengan kegiatan fisik, spiritual, dan sosial. Kegiatan fisik misalnya melakukan lari pagi, berolahraga rutin, makan makanan yang sehat dan bergizi, dan tidur yang cukup. Kegiatan yang bersifat spiritual juga dapat dilakukan untuk menurunkan tingkat kecemasan. Contohnya adalah meditasi dengan mendengarkan musik yang menenangkan. Kegiatan sosial dapat berupa quality time bersama orang yang kita sayangi atau support system kita. Meluangkan waktu dan berbicara tentang kegelisahan kita dengan orang yang tepat sangat membantu menurunkan kecemasan kita, lho!

Photo by Hedgehog Digital on Unsplash

Proses mengatasi kecemasan dimulai ketika kita mengenali frekuensi dan intensitas rasa cemas kita. Jika frekuensinya ringan dan tak menggangu keseharian kita, kecemasan dapat diatasi dengan memperhatikan kualitas hidup, melakukan hobi, bahkan meluangkan waktu untuk ngobrol dengan teman. Namun jika kecemasan dirasa mengganggu aktivitas kita dan sering muncul, tak ada salahnya untuk mulai berkonsultasi ke psikolog.

Nah, semoga artikel ini membantu Sobat Sukaria dalam mengenal dan menghadapi kecemasan ya! Sebagai pengingat, kecemasan merupakan bentuk emosi yang wajar dalam diri manusia untuk membantu kita lebih hati-hati dan waspada. Rasa cemas tidak hadir untuk dihindari. Rasa cemas hadir untuk kita kenali dan peluk. Nah, dari seluruh cara mengatasi kecemasan tadi, kira-kira apa cara kamu untuk mengatasi rasa cemas?

 

Penulis: Katarina Nia

Penyunting: Nadin Himaya