Dukun Manten : Sakralnya Juru Rias dalam Pernikahan Jawa

Rahasia di balik riasan pengantin Jawa

( sumber : hanyakarinwordpress.com / Karina Kusumawardhani )

Pernikahan dalam tradisi Jawa memang dianggap sebagai sesuatu yang sakral. Prosesinya sarat dengan makna, mulai dari tata cara sampai instrumen yang dipilih semuanya merupakan simbolisasi dari petuah dan doa baik. Misalnya, sumber air yang digunakan saat siraman sampai motif batik yang digunakan kedua mempelai memiliki ketentuan tersendiri.

Dukun manten atau dukun pengantin adalah sebutan untuk juru rias pengantin yang menggunakan tata cara Jawa. Namun, jangan disalah artikan, pemilihan kata ‘dukun’ di sini tidak ada hubungannya dengan ilmu hitam. Justru ini menunjukkan bahwa juru rias memiliki posisi yang sentral dalam pernikahan Jawa.

Tahapan pertama dari tugas dukun manten adalah persiapan diri dengan melakukan puasa selama beberapa hari sebelum merias. Tujuannya adalah untuk menenangkan diri dari emosi. Ini serupa dengan kebiasaan orang Jawa yang kerap melakukan puasa saat berniat melakukan sesuatu. Kemudian, sebelum merias, dukun manten akan menyiapkan berbagai sesaji yang disebut dengan sesajen paes. Ada beberapa versi dari sesaji ini, salah satunya adalah jajanan pasar dalam bentuk jenang merah putih atau tumpeng robyong.

Pilihan jenang warna putih identik dengan bapak dan merah untuk ibu, adalah petuah agar pengantin selalu ingat akan kedua orangtuanya. Sementara tumpeng robyong yang penataan lauknya robyong atau tidak teratur  adalah simbol dari adegan pengadukan samudra (samudramanthana) dalam Mahabarata untuk memperoleh air kehidupan (tirta amerta). Sebuah penggambaran akan sumber kehidupan, layaknya pernikahan.

Pengantin yang akan dirias duduk di atas tikar pandan dengan alas kain putih. Di bawahnya terdapat daun alang-alang. Masih menuai kontra, penggunaan sesaji ternyata asal-usulnya bisa ditelusuri dari kebiasaan masyarakat Jawa yang sinkretis, atau memadukan berbagai unsur dalam kepercayaan.

( prosesi sembaga oleh dukun manten.sumber : Genpi.co / Mas say laros banyuwangi 3 )

Selanjutnya, tahapan utama yaitu merias. Pada tahap ini tidak boleh sembarangan dan penuh dengan berbagai pakem (aturan) yang harus diikuti, terutama saat menggambar paes serta menata sanggul. Paes sendiri adalah riasan lekuk pada dahi pengantin wanita yang beda wilayah, seperti Jogja dan Solo. Dibandingkan dengan make-up artist, riasan dukun manten cenderung lebih tebal dengan pemilihan warna yang kontras serta menggunakan produk kosmetik lokal. 

Sebagai penutup, dukun manten akan menghembuskan asap rokok ke ubun-ubun pengantin sebanyak tiga kali yang disebut dengan proses sembaga. Hal tersebut dilakukan dengan harapan agar riasan yang diberikan akan membuat tamu undangan pangling dengan kecantikan sang pengantin. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, banyak tahapan dukun manten yang telah dikurangi maupun disesuaikan dengan kebutuhan saat ini.

( Maestro Tienuk Rifki dalam pernikahan Dian Sastrowardoyo, sumber : instagram @tienukrifkimanagement )

Salah satu dukun manten yang kondang namanya adalah almarhum Tienuk Rifki, seorang perias keraton yang sejak 1975 telah menjadi langganan dalam pernikahan kalangan papan atas di Indonesia. Mulai dari aktris Dian Sastrowardoyo, sampai keluarga dari Sultan Yogyakarta, Soekarno, Soeharto, dan SBY.

 

Bagaimana? Tertarik menggunakan jasa dukun manten?

 

Penulis: Fadhil Wiyoto 

Penyunting: Nadin Himaya